Posted in

Mengatur Area Kerja Berdasarkan Prinsip Ergonomi

Mengatur Area Kerja Berdasarkan Prinsip Ergonomi
Mengatur Area Kerja Berdasarkan Prinsip Ergonomi

Mengatur Area Kerja Berdasarkan Prinsip Ergonomi – Mengapa Ergonomi Penting di Area Kerja?

Prinsip ergonomi dirancang untuk menyesuaikan lingkungan kerja dengan kebutuhan fisik manusia, sehingga tubuh tidak mengalami tekanan berlebihan. Penerapan yang tepat dapat mengurangi risiko cedera, menghindari nyeri punggung atau leher, dan menjaga konsentrasi tetap tinggi sepanjang hari.

Mengatur Area Kerja Berdasarkan Prinsip Ergonomi
Mengatur Area Kerja Berdasarkan Prinsip Ergonomi

Menentukan Posisi Meja dan Kursi yang Ideal

Langkah awal adalah memastikan meja dan kursi berada pada ketinggian yang tepat. Kursi sebaiknya memungkinkan kaki menapak rata di lantai, sedangkan meja harus sejajar dengan siku ketika tangan berada di posisi mengetik.

  • Tinggi kursi: 40–50 cm dari lantai, dapat disesuaikan.

  • Tinggi meja: 70–75 cm dari lantai.

  • Sandaran kursi: Mampu menopang punggung bawah untuk mencegah nyeri pinggang.


Penempatan Monitor dan Perangkat Kerja

Monitor komputer sebaiknya berada sejajar dengan mata agar leher tidak menunduk atau mendongak terlalu lama. Jarak ideal adalah sekitar 50–70 cm dari mata. Gunakan dudukan monitor atau penyesuaian tinggi layar laptop untuk mencapai posisi ini.

Selain itu, letakkan keyboard dan mouse sejajar agar tangan dan pergelangan tetap rileks. Hindari posisi yang memaksa pergelangan membengkok terlalu lama.


Pencahayaan yang Tepat

Pencahayaan alami sangat dianjurkan karena membantu mengurangi kelelahan mata. Posisikan meja di dekat jendela agar cahaya matahari dapat masuk. Jika menggunakan lampu, pilih lampu meja dengan intensitas yang bisa diatur dan warna cahaya yang nyaman di mata, seperti warm white atau daylight.


Mengatur Posisi Tubuh Saat Bekerja

Postur duduk yang benar akan mengurangi risiko ketegangan otot. Pastikan punggung tegak, bahu rileks, dan kaki menapak rata. Gunakan bantalan punggung atau penopang pinggang jika perlu. Sesekali, ubah posisi duduk untuk mencegah kaku otot.


Memastikan Area Kerja Tetap Rapi

Ruang kerja yang rapi membuat pikiran lebih fokus. Gunakan laci atau rak untuk menyimpan barang-barang yang jarang digunakan. Atur kabel dengan pengikat agar tidak berantakan dan mengganggu. Area yang bersih juga meminimalkan risiko tersandung atau terganggu oleh barang yang tidak perlu.


Istirahat dan Peregangan Rutin

Meski area kerja sudah ergonomis, duduk terlalu lama tetap tidak baik untuk kesehatan. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata. Lakukan peregangan ringan setiap 1–2 jam untuk melancarkan peredaran darah.


Menggunakan Peralatan Tambahan

Beberapa alat dapat membantu meningkatkan ergonomi, seperti:

  • Footrest untuk membantu kaki tetap nyaman.

  • Stand monitor untuk menyesuaikan tinggi layar.

  • Bantalan pergelangan tangan saat menggunakan keyboard dan mouse.

  • Kursi ergonomis dengan penyesuaian tinggi dan kemiringan.


Manfaat Jangka Panjang Penerapan Ergonomi

Mengatur area kerja berdasarkan prinsip ergonomi tidak hanya memberi kenyamanan jangka pendek, tetapi juga mencegah masalah kesehatan di masa depan. Postur tubuh yang baik membantu mengurangi risiko cedera tulang belakang, meningkatkan energi, dan membuat fokus kerja lebih terjaga.


Kesimpulan

Penerapan prinsip ergonomi di area kerja adalah investasi untuk kesehatan dan produktivitas. Dengan penyesuaian sederhana seperti posisi kursi, ketinggian monitor, pencahayaan, serta kebiasaan istirahat teratur, Anda dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung performa optimal tanpa mengorbankan kenyamanan tubuh.